HADAPI TAHUN KOMPETISI, TAUFAN LANTIK 636 ASN DI PAREPARE

parepare No Comments
8fbb0968bd0c2a321a1bbb050e3eaac1_xl

HADAPI TAHUN KOMPETISI, TAUFAN LANTIK 636 ASN DI PAREPAREParepare – Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH melantik dan mengambil sumpah 636 Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Kota Parepare, di Lapangan Tennis kompleks rumah jabatan Walikota, Sabtu (31/12/2016).

Mereka yang dilantik dan diambil sumpahnya terdiri jabatan pimpinan tinggi pratama setara Eselon IIA yakni Sekretaris Daerah Kota sebanyak 1 orang, jabatan pimpinan tinggi pratama setara Eselon IIB atau setingkat Kepala Dinas/Badan sebanyak 27 orang, jabatan administrator setara eselon IIIA dan IIIB sebanyak 129 orang, dan jabatan pengawas setara Eselon IVA dan IVB sebanyak  479 orang.

Dalam sambutannya, Taufan mengatakan pelantikan ini sesuai dengan amanah PP No.18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang merupakan pengganti PP No. 41 Tahun 2007, sehingga harus disesuaikan kembali dengan penataan ulang nomenklatur serta uraian tugas pokok dan fungsi, sekaligus penempatan atau pengisian pejabatnya.

“Pelantikan pejabat ini merupakan proses final dari mekanisme penataan organisasi perangkat daearah yang baru. Penempatan serta penataan para pejabatnya tetap disesuaikan dengan pola manajemen Aparatus Sipil Negara berdasarkan Undang Undang No. 5 Tahun 2014”, ungkap Taufan.

Dijelaskan Taufan, dalam menyusun perangkat daerah, Pemerinah Kota Parepare selalu menerapkan sistem taat asas dan taat regulasi. “Yang jelas saya ingin menyampaikan selaku pembina kepegawaian dalam memasuki era baru ini, kita dituntut untuk menerapkan segala kemampuan serta profesionalisme dalam mengemban amanah,” ucapnya.

Apalagi Tahun 2017 ini dimaknai Taufan sebagai tahun kompetisi, sehingga ia menuntut para Aparatur Sipil Negara khususnya dilingkungan Pemerintah Kota Parepare untuk lebih profesional dalam bekerja dan meningkatkan kemampuan maupun produktivitasnya.

“Saya mengajak Tahun 2017 ini mari kita tingkatkan produktifitas. Silahkan berkompetisi, persoalan-persoalan yang ada dalam pemerintahan yang dibutuhkan adalah kesuritauladanan. Untuk itu, pimpinan harus mampu menjadi suri tauladan bagi bawahannya”, ujarnya.

Taufan pun mengharapkan kepada para pejabat struktural yang telah dilantik dan diambil sumpahnya ini dapat menularkan virus positif kepada bawahannya masing-masing agar dapat mengadopsi apa yang telah dilakukan atasannya.

“Apapun jabatan dan posisi kita, kita mempunyai tujuan yang sama untuk kemajuan Kota Parepare kota yang kita cintai ini. Jabatan itu bukan hak tapi penilaian dari pimpinan, dan Apa yang dilakukan ini telah melalui pertimbangan dan kajian. Jadi jangan berkecil hati, mari tetap memperlihatkan kinerja yang maksimal”, tandas Taufan menutup sambutannya.

PEMKOT PAREPARE SAMBUT PERGANTIAN TAHUN DENGAN NUANSA RELIGI

parepare No Comments
3d74814c4f24d20971395971f72ccc46_xl

PEMKOT PAREPARE SAMBUT PERGANTIAN TAHUN DENGAN NUANSA RELIGIParepare – Pemerintah Kota Parepare dalam menyambut pergantian tahun baru kali ini punya caranya tersendiri. Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH lebih memilih menggelar zikir dan doa bersama menyongsong pergantian tahun, di Alun-alun Kota lapangan Andi Makkasau, Sabtu (31/12/2016).

Diawali dengan shalat maghrib secara berjamaah, zikir dan doa bersama yang digelar dengan mengangkat tema dengan semangat Tahun Kompetisi 2017, Kita Intropeksi Diri Untuk Meningkatkan Imam, Taqwa Dan Kepedulian Menuju Kemaslahatan Umat dihadiri ribuan masyarakat Kota Parepare dari berbagai kalangan.

Mereka datang berbondong-bondong memadati alun-alun kota untuk bersama-sama menyambut pergantian Tahun ini dengan berzikir bersama jajaran Pemerintah Kota. Mereka berbaur menjadi satu, apalagi Pemerintah Kota Parepare sengaja menghadirkan Ustad H. Muhammad Nur Maulana untuk memberikan tauziah di malam pergantian Tahun 2016 ke 2017.

Taufan mengungkapkan, konsep acara seperti ini sengaja digelar olehnya untuk memberikan ruang bagi umat muslim dalam merayakan pergantian tahun dengan cara yang berbeda.

“Identitas kota kita sebagai kota ulama dan kota santri ini harus terus dipertahankan. Kalau diluar sana perayaan tahun baru justru dilakukan dengan euforia dan berbagai acara besar yang belum tentu tujuannya baik, maka kami mencoba desain acara yang lebih bernuansa islami”, beber Taufan.

Ditegaskan Taufan, acara yang digelar ini juga sebagai bentuk kesyukuran jajaran Pemerintah Kota atas hasil-hasil pembangunan di Kota Parepare yang telah berjalan selama setahun ini.

“Ini juga sebagai refleksi akhir tahun kita, agar apa yang telah kita lakukan selama setahun ini kita flashback, baik itu berupa hal-hal kecil ataupun hal-hal besar yang akan memberikan dampak yang besar bagi diri kita ataupun orang lain”, tegasnya.

Ia pun menginginkan agar konsep seperti ini perlu dan harus terus menerus dikembangkan. Apalagi pada acara ini selain diisi dengan tauziah agama, juga diadakan berbagai kegiatan lomba yang melibatkan dari anak usia sekolah dan sejumlah ibu-ibu BKMT.

“Alhamdulillah karena ternyata warga Parepare masih cinta dengan nuansa seperti ini. Buktinya banyaknya orang yang berkumpul dilapangan ini. Pertandingan yang digelar juga kebanyakan yang hadir juga dari anak – anak usia dini, yang tentunya memberikan euforia untuk terus kembangkan agama”, tandas Taufan.

Turut hadir dalam acara ini, para anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Parepare, para staf ahli dan asisten, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, para kepala Bagian, para Camat dan Lurah se-kota Parepare.

JALIN SINERGITAS DENGAN MEDIA, PEMKOT GELAR DIALOG AKHIR TAHUN

parepare No Comments
89f3c59ddc47758d75e04aa58eb7e461_xl

89f3c59ddc47758d75e04aa58eb7e461_xlParepare – Pemerintah Kota Parepare melalui Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Parepare dipenghujung Tahun 2016 ini, menggelar dialog akhir tahun antara jajaran Pemerintah Kota Parepare dengan para insan media, di rumah jabatan Walikota Parepare, Jumat malam (30/12/2016).

Dipimpin langsung Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare, Drs. Mustafa Mappangara beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota, kegiatan yang baru digelar pertama kalinya ini terbilang unik sebab dilaksanakan bukan didalam ruang tertutup, akan tetapi di jembatan kompleks rumah jabatan.

Taufan mengungkapkan, pemilihan jembatan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini bukan tanpa alasan yang jelas. Akan tetapi, simbol jembatan menurutnya adalah simbol bagi pers atau media yang menjadi penghubung informasi kepada masyarakat.

“Jembatan saya maknai sebagai penghubung, sama dengan peran media yang menjadi penghubung antara Pemerintah dengan masyarakatnya. Peran media sangat kuat terhadap program pembangunan. Apa artinya kita berbuat kalau tidak ada media yang menjadi jembatan untuk mensosialisasikannya”, papar Taufan.

Taufan pun mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai inovasi akhir tahun yang dilakukan oleh Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Parepare. Ia pun menginginkan agar kegiatan seperti ini diagendakan secara rutin, minimal sekali dalam sebulan karena menurutnya kritikan dari media adalah masukan yang sangat berharga untuk kemajuan pembangunan khususnya di Kota Parepare.

“Pemerintahan yang baik harus membuka ruang akan kritik, dan kritik yang baik ada pada insan pers.
Menghadapi insan pers harus kuat mental karena di era globalisasi dan keterbukaan informasi saat ini sangat penting. Jangan anti kepada wartawan, jika ada Kepala SKPD yang anti wartawan berarti tidak paham terhadap kerja-kerja jurnalis”, beber Taufan.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas, AA. Hamka mengatakan dialog akhir tahun ini dilaksanakan untuk memberikan ruang kepada para jurnalis untuk bertanya langsung kepada Walikota Parepare.

“Dialog ini menjadi terobosan untuk menerima masukan, dan saran yang berasal langsung dari wartawan. Ini sebagai wadah evaluasi maupun refleksi dalam memajukan Kota Parepare ke arah yang lebih baik. Selain itu, juga untuk mempererat tali silaturahmi antara pekerja media dengan Pemerintah Kota Parepare”, ujar Hamka.

Sehingga pada kesempatan ini pula,  Hamka mengharapkan agar Pemerintah Kota Parepare dapat menjalin sinergitas dengan insan media. “Pemkot tidak bisa lepas dari media, begitupun sebaliknya. Kita saling membutuhkan. Keterbukaan Pemkot akan mempermudah media dalam menyajikan pemberitaan yang edukatif ”, pungkas Hamka.