HADAPI TAHUN KOMPETISI, TAUFAN LANTIK 636 ASN DI PAREPARE

parepare No Comments
8fbb0968bd0c2a321a1bbb050e3eaac1_xl

HADAPI TAHUN KOMPETISI, TAUFAN LANTIK 636 ASN DI PAREPAREParepare – Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH melantik dan mengambil sumpah 636 Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Kota Parepare, di Lapangan Tennis kompleks rumah jabatan Walikota, Sabtu (31/12/2016).

Mereka yang dilantik dan diambil sumpahnya terdiri jabatan pimpinan tinggi pratama setara Eselon IIA yakni Sekretaris Daerah Kota sebanyak 1 orang, jabatan pimpinan tinggi pratama setara Eselon IIB atau setingkat Kepala Dinas/Badan sebanyak 27 orang, jabatan administrator setara eselon IIIA dan IIIB sebanyak 129 orang, dan jabatan pengawas setara Eselon IVA dan IVB sebanyak  479 orang.

Dalam sambutannya, Taufan mengatakan pelantikan ini sesuai dengan amanah PP No.18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang merupakan pengganti PP No. 41 Tahun 2007, sehingga harus disesuaikan kembali dengan penataan ulang nomenklatur serta uraian tugas pokok dan fungsi, sekaligus penempatan atau pengisian pejabatnya.

“Pelantikan pejabat ini merupakan proses final dari mekanisme penataan organisasi perangkat daearah yang baru. Penempatan serta penataan para pejabatnya tetap disesuaikan dengan pola manajemen Aparatus Sipil Negara berdasarkan Undang Undang No. 5 Tahun 2014”, ungkap Taufan.

Dijelaskan Taufan, dalam menyusun perangkat daerah, Pemerinah Kota Parepare selalu menerapkan sistem taat asas dan taat regulasi. “Yang jelas saya ingin menyampaikan selaku pembina kepegawaian dalam memasuki era baru ini, kita dituntut untuk menerapkan segala kemampuan serta profesionalisme dalam mengemban amanah,” ucapnya.

Apalagi Tahun 2017 ini dimaknai Taufan sebagai tahun kompetisi, sehingga ia menuntut para Aparatur Sipil Negara khususnya dilingkungan Pemerintah Kota Parepare untuk lebih profesional dalam bekerja dan meningkatkan kemampuan maupun produktivitasnya.

“Saya mengajak Tahun 2017 ini mari kita tingkatkan produktifitas. Silahkan berkompetisi, persoalan-persoalan yang ada dalam pemerintahan yang dibutuhkan adalah kesuritauladanan. Untuk itu, pimpinan harus mampu menjadi suri tauladan bagi bawahannya”, ujarnya.

Taufan pun mengharapkan kepada para pejabat struktural yang telah dilantik dan diambil sumpahnya ini dapat menularkan virus positif kepada bawahannya masing-masing agar dapat mengadopsi apa yang telah dilakukan atasannya.

“Apapun jabatan dan posisi kita, kita mempunyai tujuan yang sama untuk kemajuan Kota Parepare kota yang kita cintai ini. Jabatan itu bukan hak tapi penilaian dari pimpinan, dan Apa yang dilakukan ini telah melalui pertimbangan dan kajian. Jadi jangan berkecil hati, mari tetap memperlihatkan kinerja yang maksimal”, tandas Taufan menutup sambutannya.

PEMKOT PAREPARE SAMBUT PERGANTIAN TAHUN DENGAN NUANSA RELIGI

parepare No Comments
3d74814c4f24d20971395971f72ccc46_xl

PEMKOT PAREPARE SAMBUT PERGANTIAN TAHUN DENGAN NUANSA RELIGIParepare – Pemerintah Kota Parepare dalam menyambut pergantian tahun baru kali ini punya caranya tersendiri. Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH lebih memilih menggelar zikir dan doa bersama menyongsong pergantian tahun, di Alun-alun Kota lapangan Andi Makkasau, Sabtu (31/12/2016).

Diawali dengan shalat maghrib secara berjamaah, zikir dan doa bersama yang digelar dengan mengangkat tema dengan semangat Tahun Kompetisi 2017, Kita Intropeksi Diri Untuk Meningkatkan Imam, Taqwa Dan Kepedulian Menuju Kemaslahatan Umat dihadiri ribuan masyarakat Kota Parepare dari berbagai kalangan.

Mereka datang berbondong-bondong memadati alun-alun kota untuk bersama-sama menyambut pergantian Tahun ini dengan berzikir bersama jajaran Pemerintah Kota. Mereka berbaur menjadi satu, apalagi Pemerintah Kota Parepare sengaja menghadirkan Ustad H. Muhammad Nur Maulana untuk memberikan tauziah di malam pergantian Tahun 2016 ke 2017.

Taufan mengungkapkan, konsep acara seperti ini sengaja digelar olehnya untuk memberikan ruang bagi umat muslim dalam merayakan pergantian tahun dengan cara yang berbeda.

“Identitas kota kita sebagai kota ulama dan kota santri ini harus terus dipertahankan. Kalau diluar sana perayaan tahun baru justru dilakukan dengan euforia dan berbagai acara besar yang belum tentu tujuannya baik, maka kami mencoba desain acara yang lebih bernuansa islami”, beber Taufan.

Ditegaskan Taufan, acara yang digelar ini juga sebagai bentuk kesyukuran jajaran Pemerintah Kota atas hasil-hasil pembangunan di Kota Parepare yang telah berjalan selama setahun ini.

“Ini juga sebagai refleksi akhir tahun kita, agar apa yang telah kita lakukan selama setahun ini kita flashback, baik itu berupa hal-hal kecil ataupun hal-hal besar yang akan memberikan dampak yang besar bagi diri kita ataupun orang lain”, tegasnya.

Ia pun menginginkan agar konsep seperti ini perlu dan harus terus menerus dikembangkan. Apalagi pada acara ini selain diisi dengan tauziah agama, juga diadakan berbagai kegiatan lomba yang melibatkan dari anak usia sekolah dan sejumlah ibu-ibu BKMT.

“Alhamdulillah karena ternyata warga Parepare masih cinta dengan nuansa seperti ini. Buktinya banyaknya orang yang berkumpul dilapangan ini. Pertandingan yang digelar juga kebanyakan yang hadir juga dari anak – anak usia dini, yang tentunya memberikan euforia untuk terus kembangkan agama”, tandas Taufan.

Turut hadir dalam acara ini, para anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Parepare, para staf ahli dan asisten, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, para kepala Bagian, para Camat dan Lurah se-kota Parepare.

JALIN SINERGITAS DENGAN MEDIA, PEMKOT GELAR DIALOG AKHIR TAHUN

parepare No Comments
89f3c59ddc47758d75e04aa58eb7e461_xl

89f3c59ddc47758d75e04aa58eb7e461_xlParepare – Pemerintah Kota Parepare melalui Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Parepare dipenghujung Tahun 2016 ini, menggelar dialog akhir tahun antara jajaran Pemerintah Kota Parepare dengan para insan media, di rumah jabatan Walikota Parepare, Jumat malam (30/12/2016).

Dipimpin langsung Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare, Drs. Mustafa Mappangara beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota, kegiatan yang baru digelar pertama kalinya ini terbilang unik sebab dilaksanakan bukan didalam ruang tertutup, akan tetapi di jembatan kompleks rumah jabatan.

Taufan mengungkapkan, pemilihan jembatan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini bukan tanpa alasan yang jelas. Akan tetapi, simbol jembatan menurutnya adalah simbol bagi pers atau media yang menjadi penghubung informasi kepada masyarakat.

“Jembatan saya maknai sebagai penghubung, sama dengan peran media yang menjadi penghubung antara Pemerintah dengan masyarakatnya. Peran media sangat kuat terhadap program pembangunan. Apa artinya kita berbuat kalau tidak ada media yang menjadi jembatan untuk mensosialisasikannya”, papar Taufan.

Taufan pun mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai inovasi akhir tahun yang dilakukan oleh Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Parepare. Ia pun menginginkan agar kegiatan seperti ini diagendakan secara rutin, minimal sekali dalam sebulan karena menurutnya kritikan dari media adalah masukan yang sangat berharga untuk kemajuan pembangunan khususnya di Kota Parepare.

“Pemerintahan yang baik harus membuka ruang akan kritik, dan kritik yang baik ada pada insan pers.
Menghadapi insan pers harus kuat mental karena di era globalisasi dan keterbukaan informasi saat ini sangat penting. Jangan anti kepada wartawan, jika ada Kepala SKPD yang anti wartawan berarti tidak paham terhadap kerja-kerja jurnalis”, beber Taufan.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas, AA. Hamka mengatakan dialog akhir tahun ini dilaksanakan untuk memberikan ruang kepada para jurnalis untuk bertanya langsung kepada Walikota Parepare.

“Dialog ini menjadi terobosan untuk menerima masukan, dan saran yang berasal langsung dari wartawan. Ini sebagai wadah evaluasi maupun refleksi dalam memajukan Kota Parepare ke arah yang lebih baik. Selain itu, juga untuk mempererat tali silaturahmi antara pekerja media dengan Pemerintah Kota Parepare”, ujar Hamka.

Sehingga pada kesempatan ini pula,  Hamka mengharapkan agar Pemerintah Kota Parepare dapat menjalin sinergitas dengan insan media. “Pemkot tidak bisa lepas dari media, begitupun sebaliknya. Kita saling membutuhkan. Keterbukaan Pemkot akan mempermudah media dalam menyajikan pemberitaan yang edukatif ”, pungkas Hamka.

HUT Fajar Ke-35, Walikota Parepare Terima Penghargaan

parepare No Comments
hutfajar05122016

Parepare – Dalam perayaan malam puncak ulang Tahun Harian FAJAR ke 35, Pemerintah Kota Parepare kembali mendapatkan penghargaan sebagai  Pemerintah Kota Terbaik yang diberikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH, M.Si. Piagam penghargaan diterima langsung Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH di Hotel Gammara Makassar, Rabu (30/11/2016).

Taufan mengungkapkan berbagai penghargaan yang telah diraih oleh Pemerintah Kota ini sebagai indikator bahwa Kota Parepare memang sudah mulai diperhitungkan. “Ini semua berkat kerja nyata dari jajaran Pemerintah Kota yang terus berbenah kearah yang lebih baik lagi”, papar Taufan.

Pada kesempatan ini juga, Taufan tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada Harian FAJAR yang tengah merayakan hari ulang tahun yang ke-35. Ia mengharapkan Harian Fajar selalu menjadi media yang bijak di garis tak berpihak.

“Semoga Harian FAJAR semakin menjadi media yang tetap terdepan, karena media dan Pemerintah sebagai mitra kerja yang tidak dapat dipisahkan. Berkat dukungan media dan jurnalis yang ada maka segala aktifitas Pemerintahan dapat terpotret dan terpublikasikan dengan baik”, beber Taufan.

Selain Pemerintah Kota Parepare, lima daerah lain juga mendapat penghargaan serupa, seperti, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kota Palopo, Pemerintah Kabupaten Pinrang, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba. (pareparekota.go.id)

Pemkot Parepare Raih Penghargaan Bidang PUPR

parepare No Comments
pemkot_parepare05122016

Parepare – Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pada implementasi program bidang tata ruang dan permukiman, Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Parepare, di Halaman Kantor Dinas PU Propinsi Sulsel, Sabtu (3/12/2016).

Penghargaan ini diberikan dalam rangka peringatan Hari Bhakti PU ke-71 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berperan penting terhadap kinerja di bidang PU, khususnya di Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH, M.Si menyerahkan langsung piagam penghargaan dan pin emas ini kepada Kepala Dinas PU Kota Parepare, Ir. Samsuddin Taha, yang disaksikan Ketua DPRD Sulsel, HM. Roem.

Tidak hanya itu, pada kesempatan ini Pemerintah Kota Parepare juga mendapatkan penghargaan sebagai terbaik III Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) melalui usaha bersama kelurahan Ujung Lare Kecamatan Soreang Kota Parepare.

Samsuddin Taha mengungkapkan, penghargaan yang diraih ini adalah hasil kerja jajaran Pemerintah Kota Parepare khususnya Dinas PU yang telah berhasil mengimplementasikan program bidang tata ruang dan permukiman yang telah mendorong percepatan pertumbuhan pembangunan di Sulawesi Selatan.

“Kita patut bersyukur dan berbangga atas capaian yang telah diraih ini. ini sebagai bentuk komitmen kami dalam menjalankan program-program yang ada. Hal ini juga tidak terlepas dari kebijakan yang sangat visioner dari bapak Walikota yang betul-betul dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang secara tidak langsung juga berdampak pada pembangunan di Sulsel”, tandas Samsuddin sesaat setelah menerima penghargaan.

Sebagai informasi, peringatan Hari Bakti PU dimaknai sebagai kesempatan untuk refleksi perjalanan panjang di bidang PUPR, meningkatkan jalinan hubungan kerja dan kekeluargaan internal, memperkuat jalinan kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya di bidang pembangunan infrastruktur, dan memperkuat nilai, tekad, dan komitmen untuk pembangunan infrastruktur. (pareparekota.go.id)

Fungsi Pelayanan PJU Direspon Baik Warga Parepare

parepare No Comments
14619867_10205609304950776_1182990168_n

14619867_10205609304950776_1182990168_nPAREPARE – ‎Pelayanan unit Penerangan Jalan Umum (PJU), Kantor Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare dinilai sangat maksimal. Hal ini terbukti dari  respon positif warga terhadap layanan PJU yang cukup memuaskan. Tak hanya pada jalanan umum, lorong-lorong kecil pun tak luput dari penerangan

“Ketika ada lampu jalan yang padam bagian tekhnisnya langsung ke tempat. Kita senang karena tidak menunggu lama, tanpa harus melapor dua kali,” tutur Mulyadi, salah seorang staf Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki, Jumat (29/7/2016).

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, Kadarusman Manggurusi mengatakan‎, sesuai dengan instruksi wali kota Parepare HM Taufan Pawe, fungsi pelayanan terhadap warga harus dimaksimalkan. Olehnya itu pada stake holdernya fungsi-fungsui pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah ahrga mati yang harus dilaksanakan.

Pelayanan penerangan jalan umum dan lorong sangat penting untuk mencegah tindakan-tindakan kriminal dari pelaku yang memanfaatkan waktu dimalam hari. Bahkan selama ini, kata dia, pihaknya langsung turun ke lokasi dimana ada keluhan warga terkait penerangan jalan.

“Ketika ada keluhan dari warga via telpon, kami akan langsung cek dan melakukan tindakan dengan penggantian lampu dititik-titik yang dimaksud,” tandasnya.

BPKP Apresiasi Program Iuran Tv Kabel

parepare No Comments
bpkp29112016

Hal itu disampaikan Charles pada pembukaan seminar layanan informasi yang dihadiri Walikota Parepare DR. HM Taufan Pawe, Kapolres Parepare, Kejaksaan Tinggi, Kepala SKPD, Camat, Lurah, dan tokoh masyarakat di Barugae Rumah Jabatan Walikota Parepare. (28/11/2016)
Charles dalam paparannya menjelaskan mengenai alur-alur yang harus diambil pemerintah Kota agar tidak menimbulkan permasalahan hukum kemudian hari. “Terkait program ini sangat bagus tinggal kita melihat apakah ini tidak melanggar aturan yang berlaku, kita tidak berharap kegiatan ini berjalan sendiri dan kita berharap terjadi sinkronisasi dengan payung hukum yang berlaku,” Tegasnya.

Charles menambahkan Belanja subsidi penting untuk dilakukan, tetapi harus dipastikan peraturan ditetapkan atas persetujuan kepala daerah dan pemberian subsidi mendapat persetujuan lembaga dan rekanan juga telah diaudit sebelum diberikan subsidi.

Ditambahkan Charles, melalui seminar yang melibatkan seluruh stake holder ini, nantinya mendapatkan banyak masukan, pola kerja dan resiko yang akan muncul tekait kegiatan ini.

Dalam sambutan walikota Parepare menjelaskan mengenai hak dasar pemberian informasi yang sehat dan layak kepada masyarakat kurang mampu yang ada di Kota Parepare.

“Kita ingin memberikan hak dasar pada masyarakat, dan Ini adalah hak warga masyarakat Kota Parepare. Dan karena itu, tagline kami adalah Kita Peduli Parepare Maju,” Tegas Taufan.

Terkait seminar yang dilakukan, Taufan mengharapkan apapun keputusan yang dihasilkan pada seminar tersebut adalah yang terbaik untuk semua masyarakat Kota Parepare yang hasilnya akan di publish pada public.

Taufan pada akhir sambutannya menjelaskan tentang pemberian tv kabel gratis yang rencananya akan diberikan kepada penerima raskin, metode pelaksanaanya akan disempurnakan sehingga melahirkan regulasi hukum. “Saya berkeyakinan pemerintah dengan konsep politikal will akan berada pada koridor yang ada,” Jelasnya.

Parepare Sukses Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional Ke-51

parepare No Comments
9cb8dfd774cee31c9ec136ef59796c21_xl

http://setdako.pareparekota.go.id/media/k2/items/cache/9cb8dfd774cee31c9ec136ef59796c21_XL.jpgPAREPARE – terpilihnya Kota Parepare sebagai tuan rumah dalam menghelat Hari Aksara Internasional tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang ke-51 ini berhasil mensukseskan kegiatan tahunan yang pertama kalinya dilaksanakan pada tanggal 17 November 1965 di Teheran, Iran.

Hari aksara yang menjadi isu global yang dimaksudkan untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa keaksaraan bukan hanya sekedar prioritas pendidikan, tetapi investasi yang sangat penting bagi masa depan yang berkesinambungan.

Peringatan Hari Aksara Internasional yang ditetapkan pada Konferensi Tingkat Menteri Negara-Negara Anggota PPB yang diselenggarakan oleh (UNESCO), dan menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional (International Literacy Day).

Keberhasilan kota Parepare sebagai tuan rumah dibuktikan dengan partisipasi kabupaten kota dalam melibatkan kontingennya yang tidak sedikit, dari 23 kabupaten kota yang ada di Propinsi Sulsel. Tidak hanya itu puncak perayaan juga berhasil mendatangkan beberapa bupati, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, didampingi, Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo dan Dirjen Paud dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar

Pada perayaan ini, Walikota Parepare DR. HM Taufan Pawe beserta ketua Tim Penggerak PKK berhasil mendapatkan penghargaan dalam melaksanakan penuntasan tuna aksara tahun 2016 dan Erna R Taufan mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pemerhati pendidikan yang diserahkan langsung oleh Gubernus Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Walikota Parepare menjelaskan pelaksanaan Hari Aksara merupakan momen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan semangat pemberantasan buta aksara yang masih menyelimuti banyak negara saat ini.

“keaksaraan sangat pentingnya, dimana angka masyarakat buta aksara di indonesia tergolong tinggi sehingga HAI ini sudah seharusnya menjadi acuan untuk melakukan pemberantasan buta aksara,”terang Taufan Pawe.

Melalui perayaan hari aksara internasional ini, Taufan Pawe berharap, perayaan ini dijadikan momen untuk saling menjalin komunikasi antar kabupaten kota dalam mengurangi buta aksara dan peningkatan pendidikan di Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi bukti bahwa Kota Parepare saat ini memang sudah betul-betul dilirik. Beberapa kegiatan bertaraf regional bahkan nasional telah dilaksanakan di Kota Parepare. Ini yang patut kita apresiasi karena memang Parepare sedang menuju kepada peradaban yang lebih baik,” ungkap Taufan.

Dikatakan Taufan, penunjukan Kota Parepare sebagai tuan rumah adalah kebanggaan tersendiri bagi jajaran Pemerintah Kota beserta masyarakat Kota Parepare. Hal ini bukan tanpa sebab, karena dengan banyaknya event yang digelar di Parepare menunjukkan bahwa Kota Parepare bukan lagi menjadi kota transit tetapi sudah menjadi kota tujuan.

“Mungkin inilah buah keikhlasan kami dengan konsep kepedulian, sehingga orang-orang berbondong-bondong datang ke Parepare. Untuk itu, kami harus buktikan bahwa memang kami mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam pelaksanaan kegiatan Hari Aksara Internasional ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo pun memuji kemajuan Kota Parepare yang signifikan dalam tiga tahun terakhir ini.

“Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Kota Parepare saat ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Kota repare telah mampu membuktikan dirinya sebagai kota yang memang maju dan punya daya saing dibanding dengan daerah lainnya,” tandasnya.

2 Tahun Berturut-Turut Parepare Dapat Grand Award FIPO

parepare No Comments
2_tahun

PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare kembali mendapatkan penghargaan Grand Award di ajang The Anugerah 8th FAJAR Otonomi Awards yang dilaksanakan The Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO), di Hotel Sahid Jaya Makassar, Sabtu (19/11/2016).
Penghargaan Grand Otonomi Award yang diraih ini merupakan kali kedua yang didapatkan oleh Pemerintah Kota Parepare. Setelah Tahun 2015 lalu juga pernah meraih penghargaan Grand Award karena empat program kebijakan otonomi daerah Pemerintah Kota Parepare masuk sebagai nominator dan program layanan public secara umum melalui Call Center 112 Dinas Kesehatan pada waktu itu sebagai penerima penghargaan otonomi award.

Dan Tahun 2016 ini, Pemerintah Kota Parepare kembali menempatkan empat program inovasinya menjadi nominator pada penghargaan The Anugerah 8th FAJAR Otonomi Awards. Sebut saja yaitu pada kategori pertumbuhan ekonomi, Kota Parepare sebagai nominator melalui peningkatan pendapatan asli daerah, kategori pemerataan ekonomi, Kota Parepare sebagai nominator melalui paket komplit pengembangan UMKM.

Sedangkan pada kategori pemberdayaan ekonomi lokal, Kota Parepare sebagai nominator melalui paket bantuan orang miskin dan pada kategori terobosan inovatif bidang akuntabilitas publik, Kota Parepare sebagai nominator melalui inovasi pelaksanaan disposisi online.

Setelah dilakukan penilaian dalam beberapa tahapan dan perangkingan, akhirnya Kota Parepare berhasil meraih penghargaan otonomi award dari kategori pemerataan ekonomi melalui program paket komplit pengembangan UMKM.

Untuk tiga program lainnya meski hanya masuk nominasi dan mendapatkan piagam, namun ketiga program ini berhasil meningkatkan poin Kota Parepare sehingga memperoleh grand award.

Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Pendiri PT Media Fajar Group, HM Alwi Hamu yang juga sebagai staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Taufan mengungkapkan, capaian ini adalah buah hasil kerja keras jajaran Pemerintah Kota yang selama ini mengedepankan konsep kepedulian. “Apa yang kami capai sejauh ini merupakan hasil kerja keras jajaran kami dan dukungan dari masyarakat. Ini suatu pertanda bahwa Parepare menuju peradaban yang baik dan modern, dan kami akan memacu diri lagi untuk berbuat yang lebih baik “, ucap Taufan.

Parepare Diusulkan Jadi Benchmarking PKL di Indonesia

parepare No Comments
jadi_benchmarking_pkl_26052016
PAREPARE – Direktur Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Budi Situmorang, mengusulkan Kota Parepare menjadi tempat benchmarking bagi penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Indonesia.
Ini disampaikan Budi di sela sela kegiatan Sosialisasi Integrasi Penyelenggaraan Ruang dengan Pertanahan Tingkat Pemprov Sulsel, di Hotel Clarion Makassar, Selasa 24 Mei.
Budi mengatakan,
kebijakan penataan PKL model Parepare merupakan hal baru di Indonesia, meski kebijakan serupa sudah diterapkan di Kota Tangerang. Penataan PKL di Parepare kata dia, lebih berhasil dari Tangerang, terutama dari sisi penataan fisik pasar
“Ini luar biasa. Ini adalah inovasi penting pemerintah daerah dalam memanusiakan para PKL. Pemerintah pusat patut memberi apresiasi dan Parepare layak menjadi tempat studi banding bagaimana menata PKL yang lebih manusiawi,” kata Budi.
Dia menambahkan, dirinya akan menyampaikan apa yang telah dilakukan Parepare kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN, sekaligus akan mengusulkan Parepare menjadi tempat benchmarking penataan PKL di Indonesia.
Ia juga mengapresiasi langkah Wali Kota Parepare yang akan memberikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) kepada pedagang PKL Senggol untuk dijadikan jaminan kredit pengembangan usaha.
Menurut Budi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang mendukung sepenuhnya langkah  Wali Kota Parepare tersebut. Bahkan kata dia, kebijakan ini akan dijadikan model penataan PKL di Indonesia.
Ia berharap, daerah lain di Indonesia berguru di Parepare dalam penataan PKL. Kita mendukung langkah Wali Kota Parepare mendorong pengembangan usaha PKL Senggol melalui pemberian HGB. Kami nilai hal ini luar biasa,” katanya.
Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe yang tampil sebagai salah satu narasumber pada acara sosialisasi ini, mengatakan, saat ini telah ada dua bank yang bersedia menjadi mitra dalam kebijakan HGB PKL Pasar Senggol.
Dihadapan ratusan peserta sosialisasi yang terdiri dari para kepala dinas se Sulawesi Selatan, Taufan mengatakan, kebijakan pemberian HGB kepada PKL Senggol Parepare akan diikuti perjanjian dengan para pedagang yang jumlahnya mencapai 819 orang.
Taufan mengatakan, jebijakan ini lahir sebagai bentuk kepedulian pemerintahannya terhadap PKL Pasar Senggol yang sebelumnya harus menggunakan tenda tenda darurat untuk berjualan.